facebook icon gplus icon instagram icon

Mata Air Kakong Basah Sampai Jiwa

Mata Air Kakong atau penduduk sekitar menyebut Mata Air Medjet Kakong merupakan tempat wisata yang membuat basah sampai ke jiwa. Berada di Nusa Tenggara Barat Kabupaten Lombok Utara, Gangga, Genggelang dengan daya tarik utamanya yaitu meja terapung. Tidak hanya akan membuat badan kita basah dalam beberapa spot dalam satu tempat wisata, sehingga kita bisa menikmati beberapa spot wisata sekaligus tanpa harus berpindah tempat. Juga membasahi jiwa kita yang haus dengan kedamaian alam. Berada diketinggian dan masih dikelilingi oleh hutan dan sawah subur siap menenangkan kita dari hiruk pikuk perkotaan.

Mata Air Kakong dengan daya tarik utamanya yaitu meja terapung

Mata Air Kakong dengan daya tarik utamanya yaitu meja terapung

Cerita Kaki Gatal ngopi sambil berbasah ria kena cipratan air di Mata Air Kakong

Cerita Kaki Gatal ngopi sambil berbasah ria kena cipratan air di Mata Air Kakong

Cerita kita mulai ketika Cerita Kaki Gatal bertolak dari salah satu air terjun di Bali menuju Lombok Utara dengan angan-angan bersantai bermanja ria di mata air kakong. Kali ini kami memilih untuk bergoyang bersama dewi laut dengan menggunakan moda transportasi kapal laut. Berangkat dari Denpasar dengan menggunakan sepeda motor menuju pelabuhan padangbai memakan waktu sekitar hampir dua jam. Berkendara santai sambil menikmati pemandangan Bali. Membeli tiket seharga IDR 129.000,- untuk motor, siap bergoyang bersama dewi laut selama kurang lebih 3-4 jam. Cukup bersyukur karena goyangan dari dewi laut cukup bersahabat, serasa dininabobokan selama perjalanan. Membuat kami tertidur dan cukup membantu untuk menghemat tenaga.

Pengguna ferry sedang beristirahat di kabin dalam perjalanan 4 jam menuju Lombok

Pengguna ferry sedang beristirahat di kabin dalam perjalanan 4 jam menuju Lombok

Tangga menuju lantai teratas kapal ferry

Tangga menuju lantai teratas kapal ferry

Berlayar meninggalkan Bali menuju Lombok

Berlayar meninggalkan Bali menuju Lombok

Mentari pagi menyambut ketika kapal ferry yang kami tumpangi memasuki pelabuhan Lembar. Romantis kayaknya kalau melihat mentari pagi dari kapal ferry bersama-cem-ceman, ahaaayyyy…. Siap untuk menapaki jalanan pulau Lombok menuju Mata Air Kakong. Membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan untuk mencapai Kakong (jikalau tidak tersesat juga, ah jadi pengen malu).

Matahari pagi menyambut Cerita Kaki Gatal ketika memasuki pelabuhan Lembar Lombok

Matahari pagi menyambut Cerita Kaki Gatal ketika memasuki pelabuhan Lembar Lombok

Para awak kapal sedang bersiap mengarahkan kapal untuk bersandar di pelabuhan Lembar Lombok

Para awak kapal sedang bersiap mengarahkan kapal untuk bersandar di pelabuhan Lembar Lombok

Kapal ferry yang sedang tidak beroperasi di pelabuhan Lembar

Kapal ferry yang sedang tidak beroperasi di pelabuhan Lembar

Perahu nelayan melintas di sekitar pelabuhan Lembar

Perahu nelayan melintas di sekitar pelabuhan Lembar

Bergerak perlahan menyusuri jalanan Pulau Lombok yang cukup mulus (beneran mulus lho, walaupun ndak semulus wajahnya Raisa, hayooooo baper ditinggal Raisa tunangan). Dengan pantat panas dan kram mengiringi perjalanan hampir 3 jam. Semangat kami terpacu kembali ketika berbelok menuju jalan tanah dengan plang penunjuk yang mengarah ke mata air. Jalan tanah ini hanya cukup untuk satu mobil. Awalnya jalanan cukup mulus, tapi menginjak 200 meter setelahnya, jalanan menanjak dan cukup hancur digerus aliran air ketika hujan. Melihat medan seperti ini, Cerita Kaki Gatal menganjurkan untuk menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki (tapi lumayan jauh apabila berjalan kaki). Kalaupun memaksakan menggunakan mobil, mobil yang bisa lewat hanya yang berjenis jip dan mempunyai kempuan gerak 4 roda.

Papan penunjuk menuju surga terpencil Mata Air Kakong

Papan penunjuk menuju surga terpencil Mata Air Kakong

Jalanan masih tanah dengan sebelah kanan kiri kebun pisang, yang merasa monyet ngacung? #eh

Jalanan masih tanah dengan sebelah kanan kiri kebun pisang, yang merasa monyet ngacung? #eh

Nah kita akan bertemu dengan papan penunjuk yang mengatakan tinggal 1 km menuju Mata Air Kakong. Jangan senang dahulu, jarak aktualnya masih dikisaran 3km. Jadi bagi yang berjalan kaki, harap menyimpan dulu tenaganya dengan berjalan perlahan. Tarik napas, keluarkan…Tarik napas, keluarkan. Lho ini mau jalan apa mau melahirkan?

Papan penunjuk menuju Mata Air Kakong

Papan penunjuk menuju Mata Air Kakong

Jalanan tanah yang cukup hancur menuju mata air

Jalanan tanah yang cukup hancur menuju mata air

Jalanan menanjak dengan bekas tapak ban mobil yang lewat

Jalanan menanjak dengan bekas tapak ban mobil yang lewat

Mata kami dimanjakan dengan suguhan gunung disertai pepohonan dan diselingi dengan persawahan . Jalanan menuju Mata Air Kakong relatiif tidak membingungkan karena tinggal menyusuri jalan tanah sampai ke ujung. Kalaupun kebingungan, bisa lho menggunakan GPS lokal alias bertanya ke penduduk sekitar.

Warga sedang melewati jalan tanah dengan hamparan padi disebelah kiri

Warga sedang melewati jalan tanah dengan hamparan padi disebelah kiri

Padi siap panen di sisi jalan menuju mata air

Padi siap panen di sisi jalan menuju mata air

Petani sedang menjemur hasil panen padi

Petani sedang menjemur hasil panen padi

Apabila sudah melihat pucuk sebuah rumah pohon dengan tanah lapang berisi net bola voli didepannya, sampailah kami di Mata Air Kakong. Di pintu gerbang kami membayar 5 ribu per orang sebagai biaya masuk. Parkiran masih seadanya, masih tanah dan tanpa atap sama sekali.

Pos tiket sebelum masuk ke Mata Air Medjet Kakong

Pos tiket sebelum masuk ke Mata Air Medjet Kakong

Tiket seharga IDR 5.000,- per orang

Tiket seharga IDR 5.000,- per orang

Kami disambut dengan orang-orangan sawah dengan dilatarbelakangi huruf dari kata Kakong yang besar dan berwarna merah. Mirip dengan tulisan Hollywood di perbukitan Hollywood, Los Angeles California. Disebelah kiri belakang huruf Kakong terdapat huruf I and U dengan tanda hati ditengahnya. Cocok nich buat yang mau menyatakan cintanya yang terdalam ke sang pujaan hati. Bisa juga menyatakan cinta di ketinggian dengan naik di rumah pohon yang menjulang tinggi keatas. Tidak cocok buat yang tidak berani ketinggian ya sahabat

Boneka jerami siap menyambut pengunjung

Boneka jerami siap menyambut pengunjung

Tanda nama Kakong yang mirip tanda nama Hollywood

Tanda nama Kakong yang mirip tanda nama Hollywood

Gapura selamat dating dari Mata Air Medjet Kakong

Gapura selamat dating dari Mata Air Medjet Kakong

I Love U berdiri dengan romantis

I Love U berdiri dengan romantis

Rumah pohon Mata Air Kakong

Rumah pohon Mata Air Kakong

Maksimal 5 orang yang diperbolehkan naik ke rumah pohon per sekali waktu

Maksimal 5 orang yang diperbolehkan naik ke rumah pohon per sekali waktu

Mata Air Kakong dikembangkan dari mata air biasa menjadi seperti sekarang dikarenakan animo masyarakat yang berwisata ke mata air. Kalau bisa dibilang, Mata Air Kakong ini terbagi atas 5 area. Area pertama yaitu area rumah kayu yang tinggi yang Cerita Kaki Gatal jelaskan sebelumnya.

Melangkah lebih jauh menyusuri kali yang mengalirkan air jernih dan segar, kita akan memasuki area kedua. Area tempat duduk bersantai. Mata kami tertumbuk ke tempat duduk dari kayu dikerindangan pohon, membuat area Mata Air Kakong ini berasa sejuk sendu dan mengarah ke romantic. Sssttttt jangan lupakan kedai kopi yang berada di atas aliran kali ya, duduk manis melepas penat sehabis berkendara dari pelabuhan dengan segelas kopi kedengarannya mengasyikkan.

Warung kopi diarea mata air

Warung kopi diarea mata air

Dedaunan yang menaungi Mata Air Medjet Kakong

Dedaunan yang menaungi Mata Air Medjet Kakong

Cerita Kaki Gatal duduk melepas lelah di kursi dari kayu

Cerita Kaki Gatal duduk melepas lelah di kursi dari kayu

Area duduk bersantai di mata air

Area duduk bersantai di mata air

Pengelola melengkapi tiap meja dengan vas bunga hidup

Pengelola melengkapi tiap meja dengan vas bunga hidup

Area ketiga adalah meja kursi yang mengapung ditengah aliran air sungai. Untuk mencapai meja tersebut, kita harus melalui semacam jembatan kecil, nah disiini keseimbangan kita diuji. Kalaupun sampe nyemplung, ndak dalem kok, paling basah doank. Hahahahha… Basah….basah… basah…..seluruh tubuhku

Semacam rumah pohon mini di dekat area meja terapung

Semacam rumah pohon mini di dekat area meja terapung

Kita bisa melihat meja terapung dari ketinggian ini

Kita bisa melihat meja terapung dari ketinggian ini

Menyeberangi jembatan bambu menuju meja terapung Mata Air Kakong

Menyeberangi jembatan bambu menuju meja terapung Mata Air Kakong

Mata Air Kakong dengan daya tarik utamanya yaitu meja terapung

Mata Air Kakong dengan daya tarik utamanya yaitu meja terapung

Berbaring diatas tempat duduk meja terapung menikmati ketenangan alam

Berbaring diatas tempat duduk meja terapung menikmati ketenangan alam

Meja terapung Mata Air Kakong memang menggoda

Meja terapung Mata Air Kakong memang menggoda

Berpose yoga di meja terapung

Berpose yoga di meja terapung

Melangkah menuju bagian hilir dari meja terapung

Melangkah menuju bagian hilir dari meja terapung

Berbaring diatas sebatang kayu yang melintang diatas aliran air

Berbaring diatas sebatang kayu yang melintang diatas aliran air

Beristirahat di atas batu di Mata Air Medjet Kakong

Beristirahat di atas batu di Mata Air Medjet Kakong

Mata Air Kakong yang indah

Mata Air Kakong yang indah

Area keempat adalah air terjun kecil dengan meja dan tempat duduk didasarnya. Bisa ala-ala minum kopi dengan cipratan air dari air terjunnya. Disebelahnya juga ada menara pandang ( mirip menara pengintai di Kapal Black Pearl nya kapten Jack Sparrow, hanya kurang kibaran bendera hitam ala bajak laut saja)

Menara pandang Mata Air Medjet kakong

Menara pandang Mata Air Medjet kakong

Hanya diperbolehkan maksimal 3 orang berada di menara pandang sekali waktu

Hanya diperbolehkan maksimal 3 orang berada di menara pandang sekali waktu

Cerita Kaki Gatal berusaha untuk menaiki menara pandang

Cerita Kaki Gatal berusaha untuk menaiki menara pandang

Cerita Kaki Gatal sedang berdiri di ketinggian menara pandang

Cerita Kaki Gatal sedang berdiri di ketinggian menara pandang

Menara pandang kalau dilihat lebih dekat, menggunakan bahan-bahan dari lingkungan sekitar. Bisa dilihat dari pagarnya yang terbuat dari akar sulur pohon, ditambah dengan tempelan tumbuhan sebangsa anggrek.

Menara pandang menggunakan bahan-bahan dari lingkungan sekitar

Menara pandang menggunakan bahan-bahan dari lingkungan sekitar

Tumbuhan sebangsa anggrek dilekatkan di menara pandang

Tumbuhan sebangsa anggrek dilekatkan di menara pandang

Tetesan air hujan diujung daun tanaman anggrek

Tetesan air hujan diujung daun tanaman anggrek

Dari menara pandang kita bisa melihat langsung ke Tiu Sejeleng, hayooo mau ngintipin orang minum kopi di bawah sana? hahahah

Menara pandang dilihat dari bawah, tinggi bukan?

Menara pandang dilihat dari bawah, tinggi bukan?

Tiu Sejeleng dilihat dari menara pandang

Tiu Sejeleng dilihat dari menara pandang

Papan himbauan bagi pengunjung

Papan himbauan bagi pengunjung

Cerita Kaki Gatal menurungi undakan tanah licin menuju Tiu Sejeleng

Cerita Kaki Gatal menurungi undakan tanah licin menuju Tiu Sejeleng

Cerita Kaki Gatal menyeberangi jembatan kecil

Cerita Kaki Gatal menyeberangi jembatan kecil

Dilarang mandi hanya boleh berphoto ria

Dilarang mandi hanya boleh berphoto ria

Cerita Kaki Gatal ngopi sambil berbasah ria kena cipratan air di Mata Air Kakong

Cerita Kaki Gatal ngopi sambil berbasah ria kena cipratan air di Mata Air Kakong

Cerita Kaki Gatal berdiri di atas aliran air Tiu Sejeleng

Cerita Kaki Gatal berdiri di atas aliran air Tiu Sejeleng

Nah area kelima, alias area paling ujung, adalah area kolam alami di dasar air terjun.

Area air terjun dan kolam alami dilihat dari kejauhan

Area air terjun dan kolam alami dilihat dari kejauhan

Kamar ganti di Air Mata Medjet Kakong

Kamar ganti di Air Mata Medjet Kakong

Aliran air dari air terjun

Aliran air dari air terjun

Ketenangan yang menyelimuti Mata AIr

Ketenangan yang menyelimuti Mata AIr

Jaga kebersihan ya sahabat

Jaga kebersihan ya sahabat

Cerita Kaki Gatal duduk menikmati ketenangan diatas akar pohon

Cerita Kaki Gatal duduk menikmati ketenangan diatas akar pohon

Disana terdapat bak penampungan air minum yang berfungsi mendistribusikan air bersih ke rumah penduduk yang berlokasi disebelah kiri, serta tempat duduk panggung diatas aliran air dari kolam alami. Sedangkan dibagian kanan merupakan tebing tinggi dengan pepohonan.

Area air terjun dan kolam alami dari Mata Air Kakong

Area air terjun dan kolam alami dari Mata Air Kakong

Cerita Kaki Gatal duduk menuntu bidadari Lombok yang tidak kunjung datang. Lol

Cerita Kaki Gatal duduk menuntu bidadari Lombok yang tidak kunjung datang. Lol

Duduk di batuan dekat air terjun

Duduk di batuan dekat air terjun

Nah disini kita diperbolehkan untuk bermain air alias nyeburrrrr….
Asyikkkkk kita nyeburrrr….ketika sedang buka baju (sssttttt jangan ngintip), datang 4 orang anak kecil penduduk sekitar yang mau bermain air juga. Tanpa kenal rasa takut mereka melompat dari ketinggian bebatuan menuju tengah kolam alami didasar air terjun. Cerita Kaki Gatal pun tertarik untuk mencoba melompat. Ciaaaaaattttt….tendangan bangau terbang… Ah ternyata bangaunya tetap jatuh ke air dan basah kuyup. Hahahahha…. Yang mengejutkan, airnya ternyata tidak sedingin awal yang kuperkirakan. Airnya sejuk dan menyegarkan. Bikin betah untuk berendam dan maen aer.

Anak-anak kecil melompat dari batuan tinggi

Anak-anak kecil melompat dari batuan tinggi

Tanpa takut mereka melompat

Tanpa takut mereka melompat

Lompatan yang menebarkan bukan?

Lompatan yang menebarkan bukan?

Cerita Kaki Gatal melompat dengan tendangan Bangau terbang

Cerita Kaki Gatal melompat dengan tendangan Bangau terbang

Bermain air dan melompat bersama anak-anak kecil

Bermain air dan melompat bersama anak-anak kecil

Menikmati guyuran kesegaran Mata Air Kakong

Menikmati guyuran kesegaran Mata Air Kakong

Cerita Kaki Gatal menempa tubuh dibawah guyuran kesegaran air

Cerita Kaki Gatal menempa tubuh dibawah guyuran kesegaran air

Selain guyuran dari mata air, guyuran air hujan mulai menimpali tingkah polah kami berloncatan di mata air. Menimbang faktor hujan dan perjalanan pulang yang melewati jalan becek apabila hujan, dengan berat hati memutuskan untuk menyudahi menikmati kesegaran Air Mata Kakong. Anak-anak kecil tersebut pun ikut menyudahi bermainnya mereka ketika kami memutuskan untuk berganti pakaian dan bersiap siap pulang. Ketika kami sudah berganti pakaian, malah kami melihat mereka sedang bergelayutan di akar sulur pohon ditepian kali yang mengalir.

Anak-anak bermain ayuanan menggunakan akar sulur pohon

Anak-anak bermain ayuanan menggunakan akar sulur pohon

Hujan deras mengiringi kami berkendara pulang, beberapa kali kendaraan kami tergelincir ketika melewati jalan tanah yang becek dikarenakan hujan. Beberapa kali menyeberangi jalanan yang sudah berubah seperti aliran sungai kecil. Perjuangan yang super untuk menembus jalanan tanah becek dari Mata Air Kakong.

Selain prasarana jalan yang memprihatinkan, Mata Air Kakong layak untuk dijadikan tempat berpaling dari hiruk pikuknya keramaian kota besar.

What do you think?

Name required

Website