facebook icon gplus icon instagram icon

Kalibiru, Pemompa Adrenalin dari Pegunungan Menoreh

Berawal dari seorang teman yang ribut teriak-teriak kalo traveling ke Jogja jangan lupa ke Kalibiru. Dalam hati bingung bin pusing, apaan sih Kalibiru? Kali yang berwarna biru? Hatimu tidak berwarna biru kan? Lama-lama gerah juga dengar kata-katanya soal Kalibiru (pengen tak timpuk pake bibirnya orang tercakep di CeritaKakiGatal.com alias saya, sombong to the max).

Platform pohon no. 3 di Wisata Alam Kalibiru dengan pemandangan waduk Sermo

Platform pohon no. 3 di Wisata Alam Kalibiru dengan pemandangan waduk Sermo

Wisata Alam Kalibiru merupakan tempat tujuan wisata yang sayang untuk dilewatkan. Kalibiru terbaring manis dalam jajaran pegunungan Menoreh diketinggian 450 mdpl. Wisata Alam Kalibiru ini menjadi sangat heiiiiitzzzzzzz karena spot untuk berfoto yang terbilang unik. Traveller juga disuguhi pemandangan utama yaitu Waduk Sermo yang dikelilingi oleh perbukitan.

Kalo hanya liat waduk dari atas bukit ndak berasa seru bukan? Traveller tidak hanya disediakan gardu pandang saja, tetapi dibuatkan juga platform di atas pohon-pohon yang memang disediakan untuk spot foto. Jadi para traveller bisa mendapatkan foto seolah-olah sedang duduk diatas awan dengan background Waduk Sermo.

Kalibiru sudah mendorong adrenalin untuk naik bahkan sebelum sampai di lokasi. Pacuan adrenalin mulai dirasakan ketika kami mendekati Kalibiru, di mana jalanan menuju ke Kalibiru hanya cukup untuk satu mobil saja. Jalanan cukup mulus sih, walaupun tidak semulus pahanya monyet. Eh emang pahanya monyet mulus ya?

Tidak usah khawatir jika berpapasan dengan mobil lain di jalan kecil yang notabene hanya muat satu mobil, karena di sana ada bapak-bapak dari pengelola Kalibiru yang ditugaskan untuk membantu kendaraan-kendaraan yang ingin ke Kalibiru. Oh yaaa, Bapaknya ramah-ramah lho…

Gerbang sebelum menuju jalanan sempit berliku Kalibiru

Gerbang sebelum menuju jalanan sempit berliku Kalibiru

Selain jalanan yang hanya bisa untuk satu mobil, jalanan juga menanjak terjal dan ada tikungan yang patah. Jadi pada pos gapura, bapak pengatur lalu lintas Kalibiru menganjurkan untuk memakai transmisi rendah alias gigi rendah serta mengganti AC dengan AC alami alias angin cepoi cepoi dengan membuka kaca jendela.

Bagi pengemudi yang belum berpengalaman disarankan untuk berganti dengan pengemudi yang berpengalaman. Disarankan juga untuk menggunakan kendaraan ber-cc besar (asal orangnya ndak ikut besar kepala juga). Memang jalurnya super menantang dan memacu adrenalin. Saya kebetulan yang mengemudikan mobil (sepanjang perjalanan jogja kalibiru pp, jadi supir sih, maklum paling expert nyetir soalnya. Agak songong lagi dah ini) jadi berasa biasa aja, padahal temen-temen yang lain di jok belakang pada komat-kamit baca doa khawatir mobilnya tidak bisa menanjak karena jalanan curam.

Setelah sekitar 15 menit menyetir, mobil yang saya kemudikan pun meliuk-liuk melewati tikungan serasa bak penari india yang menari di antara pepohonan, akhirnya kami sampai juga di lokasi parkir dari Kalibiru. (ketahuan dech doyan india, padahal aslinya ndak suka film india)

Tapi, perjuangan belum berakhir, dari lokasi parkir menuju loket tiket itu berjarak sekitar 50 meter dan jalannya menanjak, sekitar 40 derajat kemiringannya dan dari loket tiket ke lokasi berjarak 100 meter. Ini sama saja serasa berolahraga, fiuuuhhhh….. Terbayang sudah keringat sebesar biji jagung menetes dari kening kami.

Loket karcis masuk Kalibiru

Loket karcis masuk Kalibiru

Buat yang tidak mau keringetan bisa sewa ojek sampai di loket karcis masuk. Makeup harus tetap cetarrrrr membahana untuk photo session di atas platform pohon. Ngimpikzzzzz….

Homestay yang disewakan sepanjang jalan Wisata Alam Kalibiru

Homestay yang disewakan sepanjang jalan Wisata Alam

Sepanjang jalan antara parkiran, loket, dan lokasi platform, ada rumah-rumah kecil yang bisa kita sewa dengan harga sekitar 300 ribuan. Siapa tau yang ingin berburu sunrise bisa bermalam di situ, agar lebih dekat dengan lokasi untuk berburu sunrise.

Tembok batu Kalibiru

Tembok batu diareal wisata

Ngos-ngosan dan menarik nafas panjang, kami pun sampai di lokasi, dengan disambit eh salah, disambut oleh tembok bertuliskan Kalibiru. Menyusuri setapak di sebelah kanan, ada flying fox siap memanjakan petualang yang haus adrenalin

Jembatan gantung di areal Kalibiru

Jembatan gantung di areal wisata

Flying Fox diareal Kalibiru

Flying Fox diareal wisata

Para traveller akan disambut oleh jembatan gantung dan flying fox, tau kan flying fox? Kalo ndak tau coba tanya mbah G ya…Hahahaha

Ngeri-ngeri sedep ya maen flying fox diketinggian 450mdpl. Lutut sudah gemeteran inihhhhh….

Pemandangan dari Kalibiru sangat-sangat memanjakan mata, tapi untuk dapat membuat photo yang layak untuk kalian upload ke instagram (jangan lupa follow IG kita di @ceritakakigatal atau gunakan hashtag #ceritakakigatal), naiklah ke platform yang berada di atas pohon. Ada tiga platform pohon yang bisa kalian naiki.

Platform pohon pertama Kalibiru

Platform pohon pertama Kalibiru

Platform pohon kedua wisata alam Kalibiru

Platform pohon kedua wisata alam

Platform pohon Ketiga Kalibiru

Platform pohon Ketiga Kalibiru

Untuk naik ke platform dikenakan tambahan 10 rebu selama 5 menit untuk berfoto ria buat bahan instagram. Apaaaaaaa hanya 5 menit???? Teriak ala-ala Syahrince. Setelah mengantri kami baru paham kenapa dikasi cuman 5 menit, antriannya puanjang. Antrian paling panjang itu di platform yang pertama. Ada sekitar satu jam lamanya mengantri.

Melihat hal itu saya memutuskan untuk beranjak ke platform yang kedua dan ketiga yang lebih sepi.

Papan larangan untuk memanjat tanpa pemandu di Kalibiru

Papan larangan untuk memanjat tanpa pemandu di areal wisata

Khawatir terjungkal dari platform ketika sedang semangat bergaya ala-ala Beyonce? Tenang saja, badan kita diikat dengan tali pengaman kok. Ah kalo aku sih ingin mengikat hatimu saja. Selain itu untuk naik ke platform harus didampingi pemandu. Ah kalo aku hanya pengen memanjat kehatimu saja. Tsaaaahhhhh….

Jadi bakalan aman, walaupun pastinya kaki gemeteran sih pas naik. Hahahaha, evil smirk…… Ssttttttt bagi perempuan diharapkan memakai celana pendek jikalau menggunakan rok, takut berkibar nanti roknya naik ke atas.

Lompatan pemacu adrenalin di platform pohon Kalibiru

Lompatan pemacu adrenalin di platform pohon Kalibiru

Siap siap mau naik eh malah didaulat untuk motretin mereka loncat-loncat di platform. Nasibbbbbbb paling pinter motret (super songong). 5 menit ternyata waktu yang sedikit kalo kita sudah loncat-loncat ala ala Beyonce.

Ayunan diatas awan Kalibiru

Ayunan diatas awan di kawasan wisata

Selain menyediakan platform, ada juga pondok pandang dan ayunan yang bisa gunakan. Berasa berayun diatas awan. Kurang ditemanin bidadari dari kahyangan aja sih.

Seusai photo session cantik ala Beyonce di atas platform, cacing di dalam perut mulai berdemo minta jatah ransum, hahaha. Ndak usah jauh-jauh, di lokasi Kalibiru ada beberapa tempat makan yang bisa kalian pilih tergantung selera. Tapi, jangan berharap ada restoran cepat saji lho ya. Eitss, jangan khawatir dulu, mereka menyajikan makanannya cepet kok.

Areal warung Kalibiru

Areal warung di kawasan wisata

Saat itu cuacanya lumayan sejuk, bahkan cenderung dingin membuat kami menghabiskan makanan dengan cepat. Tak berapa lama kantukpun datang, daripada ketiduran di warung, kami pun memutuskan balik, dan masih berjuang turun ke parkiran dengan jalanan yang menurun tajam. Meski begitu, kami tetap bahagia dan puas bisa mengunjungi salah satu destinasi wisata Yogyakarta

Akhirnya, perpisahan datang juga. Sampai jumpa lagi Kalibiru, semoga dikunjungan kami berikutnya kami bisa berfoto di atas platform saat sunrise. Soo longggggg….

Platform pohon ketiga Kalibiru

Platform pohon ketiga Kalibiru

What do you think?

Name required

Website