facebook icon gplus icon instagram icon

Hidden Canyon Guwang Bali, Miniatur Grand Canyon USA

Travelling ke Hidden Canyon Guwang serasa masuk ke Grand Canyon Amerika, tapi versi mininya sih. Dari ketinggian 450 mdpl di Kalibiru kita turun ke dalam perut bumi, Cerita Kaki Gatal beserta sahabat Cerita Kaki Gatal rela berkotor-kotor dan berbasah-basah ria di Hidden Canyon Guwang demi merasakan sensasi dari versi mininya Grand Canyon USA. Kalau ndak kotor ndak belajar katanya (ah payah kemakan iklan, dasar generasi micin)

Cerita Kaki Gatal diantara tebing Hidden Canyon Beji Guwang

Cerita Kaki Gatal diantara tebing Hidden Canyon Beji Guwang

Setelah bangun subuh sekitar jam 4 pagi dan melipir ke air terjun Be Sexy, Cerita Kaki Gatal dan sahabat Cerita Kaki Gatal melangkahkan kaki ke Hidden Canyon Guwang. Lokasinya mudah dicari dengan signboard yang terpasang jelas. Berlokasi dekat dengan Pura Dalem Guwang Gianyar.

Dengan makin tereksposnya lokasi wisata pantai serta tempat luxury dan hotel berbintang bertebaran dimana-mana, membuat aura ‘keaslian’ Bali semakin memudar, dan membuat lokasi ini menjadi daftar lokasi wisata di Bali yang anti mainstream. Tentu tau dong, kalo wisata Bali itu didominasi ole pantai, pantai dan pantai lagi. Hehe!

Tiket masuk pun tidak terlalu mahal, cuma 10 rebu per orang. Nanti akan ada semacam guide dari pengelola yang akan mengantarkan sepanjang rute Hidden Canyon Guwang. Para guide akan memandu kita untuk menyusuri celah-celah dan membantu kita menaiki atau menuruni batu-batu besar. Kita juga bisa meminta tolong untuk membawakan tas kita. Fee guide itu seikhlasnya kita saja atau sesuai yang dibilang sama penjaga loket sih biasanya.

Sahabat Cerita Kaki Gatal dibantu guide menelusuri tebing

Sahabat Cerita Kaki Gatal dibantu guide menelusuri tebing

Cerita Kaki Gatal sedang dibantu untuk menaiki tebing batu

Cerita Kaki Gatal sedang dibantu untuk menaiki tebing batu

Sebelum kita mulai menjelajahi dunia lain (memang seperti dunia lain sich Hidden Canyon ini), Cerita Kaki Gatal menyarankan untuk membawa pakaian ganti karena kita bakal berbasah-basah ria. Pakai celana pendek atau celana panjang terserah, selama celana itu nyaman dipakai untuk bermanuver.

Kalo takut kakinya lecet, maka sebaiknya memakai alas kaki yang tidak licin dan aman, bisa berupa sandal jepit atau sepatu karet. Pilihan yang paling tepat sebenarnya tidak memakai alas kaki aka nyeker seperti para pemandu. Sejauh yang Cerita Kaki Gatal lihat, rute yang dilewati termasuk aman karena tidak ada pecahan-pecahan benda tajam di sepanjang jalan.

Bawalah barang seminim mungkin dikarenakan akan sedikit memanjat batu besar serta merayap ditebing ditambah mengarungi sungai. Disarankan membawa kamera tahan air serta gunakan case yang waterproof buat handphone yang sahabat Kaki Gatal Bawa, daripada kamera atau handphonenya berenang diantara bebatuan eksotis Hidden Canyon Guwang. Nangis bombay dah kalau itu terjadi. Hiks huaaaaa…huaaaaa….huaaaa…. #drama

Jangan lupa pakai pakaian yang berwarna cerah seperti merah agar tampak cetar membahana ketika berfoto nantinya. Waktu terbaik untuk kesana adalah sekitar jam 8 sampe jam 10 pagi. Diluar waktu tersebut masih bisa sih kesana, tapi mungkin hasil photonya tidak secetar ketika berkunjung pada waktu jam 8-10 pagi.

Tangga turun ke Hidden Canyon Guwang dari pos tiket

Tangga turun ke Hidden Canyon Guwang dari pos tiket

Seusai membayar tiket masuk, mulailah Cerita Kaki Gatal menuruni puluhan anak tangga menuju belahan perut bumi. Eh sebelum menuju belahan, Cerita Kaki Gatal diajak cuci kaki dulu, dicuciin sama ikan-ikan kecil yang makanin sel-sel kulit mati. Berasa geli-geli gimana gitu. Bahasa linggisnya sich katanya fish therapy. Di dekat fish therapy juga ada Beji (sumber air suci) yang biasa dipakai penduduk sekitar untuk ritual upacara.

Sahabat Cerita Kaki Gatal sedang mencoba fish therapy

Sahabat Cerita Kaki Gatal sedang mencoba fish therapy

Ndak mau berlama-lama sich celupin kaki. Cerita Kaki Gatal langsung melangkah menyusuri Hidden Canyon Guwang. Bapak Made, guide kami mulai menunjukkan di mana melangkahkan kaki dan menjejakkan kaki ketika melewati batu-batu besar. Perlu ekstra hati-hati ketika melakukan perpindahan dari satu batu ke batu yang lain. Jangan berharap ada jalan yang disemen ya, sahabat Cerita Kaki Gatal, di sini semua masih alami.

Sahabat Cerita Kaki Gatal sedang melompat dari satu batu ke batu yang lain

Sahabat Cerita Kaki Gatal sedang melompat dari satu batu ke batu yang lain

Berasa diantah berantah ketika melewati point pertama dari Hidden Canyon Guwang, berasa dibawa ke Grand Canyon di Amrik sono. Dikelilingi oleh tebing tinggi di kedua sisi yang dipenuhi dengan lekukan-lekukan hasil gerusan air bertahun lamanya. Suasananya pun tenang, hanya terdengar suara gemericik air yang mengalir serta suara shutter kamera kami yang tak henti-hentinya mengabadikan keindahan Hidden Canyon Guwang. Bawalah memory yang besar untuk kamera kesayangan kalian. Jangan bawa perut besar ya, nanti ransumnya juga banyak. Bagi yang merasa perut besar maaf ya, hehehehe.

Awal-awalnya sich masih bisa menghindar dari mencelupkan kaki kedalam air sampai sepaha orang dewasa, tapi akhirnya harus merelakan diri untuk basah sampai membasahi celana kita. Ada beberapa bagian yang kita bisa merayap di tebing untuk melangkah ke bagian berikutnya, bagian lain kita harus rela menceburkan diri ke dalam air. Sahabat Cerita Kaki Gatal malah teriak horeeee main airrrr….

Cerita Kaki Gatal melompat diantara tebing Hidden Canyon Guwang

Cerita Kaki Gatal melompat diantara tebing Hidden Canyon Guwang

Sahabat Cerita Kaki Gatal bermain air di antara tebing Hidden Canyon Beji Guwang

Sahabat Cerita Kaki Gatal bermain air di antara tebing Hidden Canyon Beji Guwang

Ada 4 area yang asyik untuk dijadikan spot foto. Pokoknya instagram-able. Jangan lupa follow instagram kita ya di @ceritakakigatal , pakai juga hashtag #ceritakakigatal, untuk photonya yang menarik akan kita feature.

Tebing-tebing Hidden Canyon Guwang penuh dengan gerusan bertahun-tahun dari aliran air yang bersumber dari hulu sungai. Membentuk lekukan-lekukan eksotis yang membuat kita tak henti-hentinya untuk menekan tombol shutter di kamera kesayangan serta jungkir balik berpose yang berbeda-beda.

Ah, sayang Cerita Kaki Gatal lupa cek sinyal telepon, masih ada ndak sinyal di sini. Sampe lupa mau update PP saking asyiknya foto-foto. Semakin susah tebingnya di panjat maka akan menghasilkan foto yang lebih spektakuler. Pasti sahabat Cerita Kaki Gatal pengennnnnnnn yaaaaa…….. (evil smirk). Hayo ngaku aja kalo pengennnnn….

Berfoto di lekukan tebing yang agak licin

Berfoto di lekukan tebing yang agak licin

Foto narsis Sahabat Cerita Kaki Gatal

Foto narsis Sahabat Cerita Kaki Gatal

Berjalan di air menyusuri Hidden Canyon Beji Guwang

Berjalan di air menyusuri Hidden Canyon Beji Guwang

Selain tebing yang penuh lekukan eksotis, ada salah satu pohon yang bisa kita panjat, cukup instagram-able juga kok. Tapi hati-hati manjatnya ya sahabat.

Berfoto diatas pohon yang bikin deg-degan kayak jatuh cinta #eh

Berfoto diatas pohon yang bikin deg-degan kayak jatuh cinta #eh

Di area terakhir kita akan masih menemui tebing-tebing sempit, nah kali ini areanya kering dengan bagian atas ditutupi sama akar-akar pohon. Selain itu banyak akar pohon yang menjuntai ke bawah. Bisa dipakai ayunan ala-ala Tarzan. Auuuooooooo…….. Kok malah mirip monyet ya bukan mirip si tampan Tarzan. *tepokjidat

Bagian atas tebing yang tertutup akar pepohonan

Bagian atas tebing yang tertutup akar pepohonan

Bergelantungan ala-ala Tarzan dari kota

Bergelantungan ala-ala Tarzan dari kota

Setelah area terakhir, kami mulai melangkah gontai menaiki anak tangga tanah keatas, disambut dengan semak-semak hijau serta beberapa rumah penduduk. Kemudian kami melewati hamparan sawah hijau sebelum kembali ke area tempat kami memarkir kendaraan kami.

Menyusuri semak belukar menuju lokasi parkir

Menyusuri semak belukar menuju lokasi parkir

Menyusuri persawahan menuju lokasi parkir

Menyusuri persawahan menuju lokasi parkir

Tidak perlu jauh-jauh untuk merasakan sensasi Grand Canyon di Amrik, cukup langkahkan kaki kita menuju Hidden Canyon Guwang. Dijamin anda akan kembali lagi kemari untuk menikmati lekukan-lekukan eksotis perut bumi Bali.

Photo : Eka and Oka

What do you think?

Name required

Website