facebook icon gplus icon instagram icon

Yuk, Trekking di MacRitchie

“Kamu kan suka trekking, mending kamu ke MacRitchie Reservoir Park deh” itu kata-kata teman saya ketika dia tahu saya mau ke Singapura waktu itu. Hmm… Kemudian, gugel lah saya.

“A getaway to Singapore’s nature reserves, the MacRitchie Reservoir Park is a popular spot for nature lovers and exercise enthusiasts.” Menurut website pemerintah Singapura sih, untuk penggemar jalan-jalan di taman aka trekking aka olahraga jalan sih bakal suka ke sini.

Ditambah lagi teman ngomporin “Trekking-nya asik kok. Berasa di hutan. Jaraknya sekitar 10km round trip, ya sekitar 3 sampai 4 jam an. Tergantung jalannya kayak keong ato ‘The Flash’…”

Saya pun makin tertantang. Hehe…

Secara saya anaknya bosenan, butuh sedikit tantangan buat me-refresh otak. Saya pun langsung browsing sana sini untuk sekedar cari tahu, kayak apa gitu si MacRitchie ini.

Sesampainya di Singapura, saya langsung mengkonfirmasikan ke kakak saya apakah benar MacRitchie ini sesuai apa yang ada di website, ya dong jangan-jangan entar hutannya botak trus banyak cacingnya gitu.. hiiiy…

Oh, ternyata benar, dan MacRitchie juga digunakan untuk latihan orang-orang kalo mau marathon. Oh gitu toh… Aku sih ndak mau lari, cukup jalan-jalan aja. Udah sama sehatnya kok :p

Hari itu kami menuju MacRitchie sekitar jam 7.30. Kenapa pagi? Simpel sih, biar gak panas aja haha, dan juga biar bisa eksplor lebih, siapa tahu sehabis darisana mau lanjut trekking kemana gitu.

Berhubung di hari itu merupakan public holiday, jadi wajar aja banyak orang menghabiskan pagi di sana. Oh ya, kamu gak perlu membayar tiket masuk untuk ke sini, cukup bawa badan, sepatu olahraga dan jangan lupa bawa botol minum, karena gak mungkin tiba-tiba ada orang teriak “mijon mijon… akua akua…” di tengah hutan, yang ada di Singapura ini. Hehehe….

Selamat Datang di MacRitchie Reservoir Park

Selamat Datang di MacRitchie Reservoir Park

Petualang trekking pun dimulai. Kami disambut oleh danau yang saat itu ada beberapa anak sedang mendayung, kemungkinan sih mereka adalah siswi sekolah. Soalnya baju yang mereka pake pada samaan gitu, ato mungkin bisa juga dari club mendayung kali ya?

Row… Row The Boat, Students…..

Row… Row The Boat, Students…..

Lihat… Boat-boatnya… Lucu Banget :’)

Lihat… Boat-boatnya… Lucu Banget :’)

Ok ok back back….Sebelum memasuki ke hutan atau trekking areanya, kita emang harus melewati sejenis rawa, entah yang bener namanya apa, tapi saya sih nyebutnya Rawa Kermit, karena rawa tersebut mengingatkan saya kepada Kermit The Frog di film ‘The Muppets’ , tahun 1985 kalo gak salah.

Setelah puas bengong beberapa saat di Rawa Kermit, kami pun segera menuju ‘trekking trail’ nya. Well, sebenarnya sih begitu udah masuk MacRitchie, udah bisa dibilang trekking trail. Seandainya kalo gak mau trekking sampai ke dalam, ya gak masalah. Tapi, kebanyakan orang bakal trekking, setidaknya sampai ke Treetop Walk.

Inilah si Rawa Kermit itu…

Inilah si Rawa Kermit itu…

Ada jembatan di depan, gak terlalu panjang sih tapi cukup instagramable bagi yang demen instagram-an haha… Jadi ceritanya, kami harus melewati ‘jembatan pembuka’ untuk menuju ke ‘hutan trekking’ ini. Kakak saya sempat memastikan apakah saya benar ingin masuk ke dalam, karena begitu udah di dalam dan kamu capek atau kamu pengen keluar, ya harus dikuat-kuatin jalan untuk cari tanda ‘exit’ hehe…

Jangan takut… wong, gak serem kok. Jangan takut capek juga, kalopun nanti kamu capek, kamu bisa kok berhenti sebentar di pitstop berbentuk gubuk, yang sudah disediakan oleh pihak pengelola. Lagian yaa, jalan-jalan di alam terbuka itu seru, loh… Gak cuma jalan-jalan di mall aja yang seru…. Itung-itung ini olahraga jalan, sambil menikmati alam, daun-daun yang berguguran bak musim semi, cuci mata, karena banyak cowo-cowo bertelanjang dada berlarian ke sana kemari. #halah

Jembatan Menuju Trekking Trail

Jembatan Menuju Trekking Trail

Sepanjang perjalanan kami mengikuti ‘petunjuk’ jalan. Gak petunjuk yang gimana-gimana sih, tapi sebenernya tinggal lurus ikutin jalan, sambil sesekali melihat papan petunjuk, biar tahu aja sudah berapa km trekking-nya, atau bisa juga buat mastiin mau trekking sampai sejauh mana sih.

Oh ya, ternyata setelah sampai di dalam hutannya gak kerasa panas sekali. Mungkin emang lagi mendung pas hari itu, atau memang saking banyaknya pepohonan (yaiyalah, namanya juga hutan), jadi berasanya teduh ya… Buat yang gak bisa atau suka bangun pagi, bisa banget ini sih jalan-jalannya siang menuju sore. Asalkan gak hujan aja sih…

Trekking Trail-nya MacRitchie

Trekking Trail-nya MacRitchie

Rimbunnya Pepohonan Ini, Biar Gak Kepanasan Pas Trekking ;)

Rimbunnya Pepohonan Ini, Biar Gak Kepanasan Pas Trekking 😉

Entah gegara tanggal merah atau emang setiap hari tempat ini selalu ramai ya… Tapi, yang jelas para warga Singapura ini peduli akan kesehatan #halah…. Abisnyaaa…. Rame orang jalan-jalan dan lari-lari, mulai dari segerombolan orangtua, anak muda, anak tanggung, orang dewasa sampai keluarga pun juga ada di situ. Oh wow….

Dan, yang lebih mengherankannya lagi… Para orangtua aja pada asik berlari, sedangkan saya jalan melambat, menikmati pemandangan, memotret apapun yang menarik untuk difoto, sambil sesekali cuci mata lah. Hehe…

Tuh, pada sibuk jalan pagi…

Tuh, pada sibuk jalan pagi…

Nah, kalo yang ini…lagi pada istirahat…

Nah, kalo yang ini…lagi pada istirahat…

Saking lambatnya saya berjalan, saya sampai diomelin oleh seorang bapak “Lo kalo jalan, mending di sebelah kiri deh, jangan di kanan. Ngalangin gue lari aje…” dengan bahasa inggris beraksen singapura yang kental.

Oh, maapkeun bapak e… Saya bener-bener gak ngeh, kalo berjalan itu sebaiknya di sebelah kiri, agar orang-orang yang berlari bisa leluasa menggunakan lajur sebelah kanan. Oh gitu toh…

Anyway, saya salut loh sama mereka-mereka ini yang menyempatkan diri untuk berjalan-jalan atau berlari di taman. Saya mungkin gak akan sesempat ini kalo lagi berada di Jakarta. Duh…. Kayanya mulai sekarang kudu bikin plan ‘jalan-jalan di taman’ paling tidak seminggu sekali. Sukur-sukur, olahraga lari sekalian, ya…

Puncak dari trekking di MacRitchie ini, biasanya berada di Treetop Walk. Semacam jembatan, dimana kamu bisa melihat pemandangan sekitar dari ketinggian. Gak cuman itu, bisa juga lihat beraneka ragam flora dan beburungan (macem jenis buruh sih maksudnya).

Tapi apa daya, hari itu saya kurang beruntung…. Antrian sangat mengular… hiks! Mau ke Treetop Walk aja antriannya dahsyat, kayak antri masuk ke konser music, bokk… Saya pun mengurungkan niat untuk jalan ke sana. Yaudah deh! Saya masih bisa bersenang-senang, walaupun gak jadi ke Treetop Walk, masih banyak trekking trail yang bisa dieksplor lagi.

Antrian ke Treetop Walk. Hiks…

Antrian ke Treetop Walk. Hiks…

Kami pun melanjutkan perjalanan lagi, huhhh gak apa deh gak jadi ke Treetop Walk, asalkan bisa puas trekking! Hihi….

Eh… Ketemu Jembatan Lagi….

Eh… Ketemu Jembatan Lagi….

Mari, Bereksplor Lagi…

Mari, Bereksplor Lagi…

Makin Ke Dalam, Makin Asyik ;)

Makin Ke Dalam, Makin Asyik 😉

Masih Belum Puas Eksplornya ☺

Masih Belum Puas Eksplornya ☺

Papan petunjuk mengatakan bahwa sekitar 3km an lagi menuju pintu exit, sebenernya sih kalo mau diterusin juga bisa, tapi masih butuh sekitar 7km lagi, dan kami sudah lelah, tepatnya lapar sih. Akhirnya, kami pun memutuskan untuk mengalah pada rasa lapar. “Udahan aja yuk” kata saya kemudian.

Kami berjalan mengikuti tanda exit…. Dan, nyebelinnya… Tiba-tiba, bressss… Hujan dong! Aduh, walaupun di tengah hutan, tetap aja ya kalo ujan mah kehujanan aja. Haha….

Mau meneduh kok ya tanggung, saya pun sok ide mencari daun yang lebar, biar bisa buat payung darurat. Ealah, ternyata kok ya gak nemu gitu. Adanya dedaunan kecil-kecil.. huhhh…. Terpaksa, kami pun segera berlari menuju jalan pulang. Tsaahh…

Menuju Jalan Pulang Setelah Hujan Berhenti ;)

Menuju Jalan Pulang Setelah Hujan Berhenti 😉

Dasar, hujannya galau… Gak sampai 10 menit, hujan berhenti. Kami pun berjalan santai, sambil melihat danau…. Ada kapal pengangkut dedaunan sekaligus untuk membersihkan danau ini… Lalu, mata saya pun tertuju pada sampan berwarna biru, yang terhenti di tepi danau.

Kapal Pengangkut Daun Rontok

Kapal Pengangkut Daun Rontok

Selain Kapal, Para Pekerja Ini Juga Membersihkan Danau, Lho ;)

Selain Kapal, Para Pekerja Ini Juga Membersihkan Danau, Lho 😉

Jagalah Kebersihan Waduk Ini ya… ☺

Jagalah Kebersihan Waduk Ini ya… ☺

Gak Boleh Mancing Di Sini, lho….

Gak Boleh Mancing Di Sini, lho….

Sampan ‘Life of Pie’ yang Memikat Hati

Sampan ‘Life of Pie’ yang Memikat Hati

Duh ya, coba gak ada orang, mungkin saya sudah menaiki dan berpose di atas kapal itu. Biar berasa kayak lagi syuting film ‘Life of Pie’ , loh. Hahaha!

Gak terasa, saya sudah berjalan sejauh 10km. Wahh… Kalo di Jakarta saya sudah bisa jalan dari Kemang ke Thamrin sih itu… Eh, lebay ya…

Saya dan kakak pun memutuskan untuk mengakhiri sesi trekking di MacRitchie pada hari itu. Dibilang capek sih, ya pasti capek, wong ya namanya jalan kaki. Tapi, rasa puasnya itu, loh… Ndak ada yang nandingin. Hehe….

What do you think?

Name required

Website