facebook icon gplus icon instagram icon

Bukit Asah Taman Bermainnya Si Pulau Paus

Bukit Asah merupakan salah satu objek wisata di Kabupaten Karangasem Bali yang menawarkan perbukitan yang hijau saat musim penghujan dan kering disaat musim kemarau serta hamparan lautan biru yang memanjakan mata ditambah sebagai halaman bermainnya Pulau Paus. Ndak penting sich mau hijau maupun kering, photonya layak banget buat bikin temen-temen ngiri apalagi kalau di post ke instagram. Jangan lupa follow instagramnya Cerita Kaki Gatal serta gunakan hashtag CeritaKakiGatal

Bukit Asah memang menggoda batin Cerita Kaki Gatal ketika duduk menikmati pemandangan

Bukit Asah memang menggoda batin Cerita Kaki Gatal ketika duduk menikmati pemandangan

Pohon kering yang spektakuler di Bukit Asah dengan pemandangan laut beserta Pulau Paus

Pohon kering yang spektakuler di Bukit Asah dengan pemandangan laut beserta Pulau Paus

Perjalanan ini mulai teringat jelas ketika kaki menjejakkan dan hidung mulai mencium bau sate ikan dibakar di salah satu warung makanan berbahan ikan di Pesinggahan. Warung ini sejalur menuju Bukit Asah yang menggoda. Sepiring sate ikan, sepiring sambal matah, sepiring kacang tanah goreng, sepiring sayur kangkung , semangkok sup ikan beserta berpiring-piring nasi. ups ini bakalan habis sama sahabat Cerita Kaki Gatal Oka, dia siap sedia menghabiskan berpiring-piring nasi tersebut, huakakakaka…. Puk puk perut gembul nan sexy….

Menjejakkan kaki di parkiran warung makan

Menjejakkan kaki di parkiran warung makan

Pegawai warung makan sedang membakar sate ikan

Pegawai warung makan sedang membakar sate ikan

Sate ikan sedang dibakar

Sate ikan sedang dibakar

Sate ikan, sayur, kacang tanah, sup serta sambal matah

Sate ikan, sayur, kacang tanah, sup serta sambal matah

Sate dan sup ikan yang menggoda selera

Sate dan sup ikan yang menggoda selera

Bahan bakar buat badan sudah terisi penuh siap tancap gas menuju Bukit Asah. Memasuki Desa Bugbug, kendaraan dibelokkan kearah kanan menelusuri tanjakan dengan jalan aspal yang bopeng dimana-mana. Digoyang maaaanggg….. Dijehhhhh tolelot dijehhhh #eh

Jalanan menanjak menuju Bukit Asah

Jalanan menanjak menuju Bukit Asah

Jalanan yang rusak menuju Bukit Asah

Jalanan yang rusak menuju Bukit Asah

Di tanjakan dekat pos tiket berhenti sebentar melihat ke sekeliling, melihat atap-atap rumah dikejauhan yang terasa seperti melihat lukisan abstrak. Keheningan menikmati lukisan alam yang abstrak terpecah oleh deruan sepeda motor bapak warga sekitar yang membawa rumput untuk ternak mereka. Jadi jangan heran ketika kita berpapasan dengan ternak sapi dijalan yang sedang digembala oleh warga sekitar.

Pemandangan rumah-rumah penduduk

Pemandangan rumah-rumah penduduk

Atap rumah-rumah penduduk

Atap rumah-rumah penduduk

Penduduk sedang membawa rumput dengan menggunakan sepeda motor

Penduduk sedang membawa rumput dengan menggunakan sepeda motor

Sapi yang berkeliaran dijalan

Sapi yang berkeliaran dijalan

Sapi yang kami lewati ditengah jalan menuju Bukit Asah

Sapi yang kami lewati ditengah jalan menuju Bukit Asah

Mencapai pos tiket masuk, kami mendapat salam cinta dari tiket yang berkibar sebesar 2 ribu rupiah per orang. Sayang kami belum menggunakan uang baru untuk membayar. Tiket pun berpindah tangan dan kami melaju menyusuri jalan dengan aspal mulus, yup aspalnya sekarang mulus tidak seperti tadi yang bopeng. Dzziiiiingggggg……

Sedikit catatan ya, untuk kendaraan roda empat atau lebih tidak bisa langsung mencapai bukit asah, dikarenakan jalan yang sempit, tapi sudah disediakan lahan parkir. Belum bisa dibilang lahan parkir yang layak sich karena ini memanfaatkan tegalan penduduk. Bagi yang mengendarai kendaraan roda dua bisa langsung berbelok kearah kiri di lahan parkir. Nah bagi yang naik kendaraan roda empat atau lebih, dan malas jalan menuju Bukit Asah yang cetar membahana, ada jasa ojek nggak pake becyek ya. Siapa tau nanti ada yang kecantol sama bli ojeknya. Jahahahha…. Tapi Cerita Kaki Gatal merekomendasikan mending jalan kaki aja sich, lebih berasa jalan-jalannya dibandingkan naik ojyek…

Tempat parkir kendaran beroda empat

Tempat parkir kendaran beroda empat

Pos ojek Bukit Asah

Pos ojek Bukit Asah

Jalan menuju Bukit Asah dari tempat parkir sebagian sudah disemen, cukup untuk satu motor saja, jadi kalo para ojek wara-wiri, ya terpaksa kita harus mengalah untuk minggir sebentar. Bagi yang rela melangkahkan kakinya, keringatnya terbayar dengan bisa berfoto cantik di rerimbunan pohon bamboo yang melingkupi jalan. Bisa juga berphoto ala-ala di Padang Savana. Lebih asyik kan dibandingkan naik ojyek. Jangan lupa menikmati suara-suara lenguhan dari sapi-sapi yang dibiarkan bebas disepanjang jalan.

Cerita Kaki Gatal berjalan menuju eksotisme

Cerita Kaki Gatal berjalan menuju eksotisme

Bernarsis ria dibawah pohon bambu

Bernarsis ria dibawah pohon bambu

Berjalan menjemput bidadari #eh

Berjalan menjemput bidadari #eh

Sapi yang terlihat sepanjang jalan

Sapi yang terlihat sepanjang jalan

Jalanan menurun yang masih tanah menemani sampai terlihat bangunan seperti bedeng yang dipakai warga untuk berjualan minuman dingin serta makanan ringan bagi pengunjung. Minum dulu kayaknya oke nich buat mengganti keringat yang keluar selama berjalan dari parkir kendaran. Minuman dingin satu bu… nggak pake lama yaaaa….. Glek…glek…glekkk segaaarrrrrr……

Jalanan tanah menurun di Bukit Asah

Jalanan tanah menurun di Bukit Asah

Warung tradisional di Bukit Asah

Warung tradisional di Bukit Asah

Minum minuman dingin sambil duduk-duduk di bale-bale sambil merasakan desiran angin laut sungguh bikin melayang ke langit ketujuh, sayang kurang bidadari saja #ups. Ngomongin bidadari, bidadari indentik dengan jatuh cinta, ada yang mau kirimkan tanda cinta untuk sang bidadari yang jauh disana dilatar belakangi oleh lautan lepas?

Tanda I LOVE U dengan pemandangan laut

Tanda I LOVE U dengan pemandangan laut

Huzzzz jangan ngayalin bidadari ah…ajak maen ayunan aja di Bukit Asah biar hati ini berayun-ayun dengan cinta… #eaaa #baper detected… ada beberapa ayunan yang bisa kita pilih, tergantung berat badan eh cintanya bidadari…

Ayunan yang bikin baper sama bidadari

Ayunan yang bikin baper sama bidadari

Yihaaaaaaa….. berayun-ayun ditemani semilir angin

Yihaaaaaaa….. berayun-ayun ditemani semilir angin

Bukit Asah memang menawarkan pemandangan tebing dengan hamparan laut yang menggoda, apalagi kalau kita kesana saat matahari tenggelam, pasti bikin lebih baper lagi….bahahhahaha… #pukpukpuk. Berbaring direrumputan sambil melihat birunya laut dan pelukan air laut dengan tebing yang begitu memanjakan mata kita. Serasa ndak mau pulang, maunya tetap tinggal di Bukit Asah. Ndak mau pulanggggg maunya digoyang (katanya bidadari Jupe)

Berbaring diatas rerumputan ditepi tebing Bukit Asah

Berbaring diatas rerumputan ditepi tebing Bukit Asah

Tebing curam dengan pemandangan yang menggoda

Tebing curam dengan pemandangan yang menggoda

Psssttttt…..Banyak pasangan muda-mudi yang pacaran ke sini biasanya saat akhir minggu. Asyik kali ya pacaran ke sini… Di sini juga kita bisa berkemah, pihak pengelola bisa menyiapkan kemah beserta kayu bakar untuk api unggun
Berbaring berdua melihat ribuan bintang dilangit malam disertai suara deburan laut, romantic bangeeeetttt… Bidadari mana yang tidak akan meleleh dikasi suasana romantic begitu. Bakal ndak mau balik ke kahyangan dia.

Untuk tempat berkemah, kita harus bergeser sedikit ke arah selatan melalui jalan setapak disamping pura dibawah pepohan yang rimbun. Sesampainya diujung jalan akan dimanjakan dengan hamparan tanah landai dan pemandangan birunya laut. Nah di sini ada sesuatu yang menarik perhatian, ada semacam atoll yang mempunyai bentuk seperti ikan paus yang berada di tengah laut. Lengkap dengan pohon kecil yang mirip dengan air yang disemburkan dari punggung seekor ikan paus. Kita bisa mencapai Pulau Paus dengan menggunakan perahu tradisional penduduk sekitar apabila ketika gelombang laut sedang tenang.

Jalan setapak dengan tumbuhan hijau

Jalan setapak dengan tumbuhan hijau

Pura kecil di Bukit Asah

Pura kecil di Bukit Asah

Duduk dengan pemandangan Pulau Paus

Duduk dengan pemandangan Pulau Paus

Pulau Paus yang hampir terjamah oleh tangan Cerita Kaki Gatal

Pulau Paus yang hampir terjamah oleh tangan Cerita Kaki Gatal

Tiba-tiba pandangan kami tertumbuk pada pepohonan kering dengan latar belakang Pulau Paus. Dengan kaki gemetar Cerita Kaki Gatal memanjat dan berpose ala-ala photo model dunia. Pemandangan pun lebih indah bisa Cerita Kaki Gatal lihat dari atas pohon kering ini.

Cerita Kaki Gatal uji nyali naik ke atas pohon kering

Cerita Kaki Gatal uji nyali naik ke atas pohon kering

Sahabat Cerita Kaki Gatal ikut adu nyali dengan naik pohon kering

Sahabat Cerita Kaki Gatal ikut adu nyali dengan naik pohon kering

Buat penyuka berphoto di pohon dan pemuja pemandangan biru laut disertai tebing-tebing yang memukau, Bukit Asah merupakan tempat yang harus kalian kunjungi. Siapkan pakaian ganti apabila berkeringat berlebih serta gunakan alas kaki yang nyaman. Jangan khawatir soal air minum dan makanan kecil, disana sudah ada warung yang siap memenuhi kebutuhan kalian. Harap dicatat warung tersebut mulai buka ketika menjelang sore dan akhir minggu.

Cerita Kaki Gatal menunggu photo-photo spektakuler sahabat semua, jangan lupa gunakan hashtag #ceritakakigatal

2 comments

  1. Ups ya ampun kapan ya saya ke bali, sekalinya ada kesempatan waktu itu malah jogja lebih memanggil. Bali my next destination ah. Oiya, btw si admin blog ini moderator local guides bali kan? Salam kenal saja ya mas.

What do you think?

Name required

Website