facebook icon gplus icon instagram icon

Bukit Asah Taman Bermainnya Si Pulau Paus

Bahan bakar buat badan sudah terisi penuh siap tancap gas menuju Bukit Asah. Memasuki Desa Bugbug, kendaraan dibelokkan kearah kanan menelusuri tanjakan dengan jalan aspal yang bopeng dimana-mana. Digoyang maaaanggg….. Dijehhhhh tolelot dijehhhh #eh

Jalanan menanjak menuju Bukit Asah

Jalanan menanjak menuju Bukit Asah

Jalanan yang rusak menuju Bukit Asah

Jalanan yang rusak menuju Bukit Asah

Di tanjakan dekat pos tiket berhenti sebentar melihat ke sekeliling, melihat atap-atap rumah dikejauhan yang terasa seperti melihat lukisan abstrak. Keheningan menikmati lukisan alam yang abstrak terpecah oleh deruan sepeda motor bapak warga sekitar yang membawa rumput untuk ternak mereka. Jadi jangan heran ketika kita berpapasan dengan ternak sapi dijalan yang sedang digembala oleh warga sekitar.

Pemandangan rumah-rumah penduduk

Pemandangan rumah-rumah penduduk

Atap rumah-rumah penduduk

Atap rumah-rumah penduduk

Penduduk sedang membawa rumput dengan menggunakan sepeda motor

Penduduk sedang membawa rumput dengan menggunakan sepeda motor

Sapi yang berkeliaran dijalan

Sapi yang berkeliaran dijalan

Sapi yang kami lewati ditengah jalan menuju Bukit Asah

Sapi yang kami lewati ditengah jalan menuju Bukit Asah

Mencapai pos tiket masuk, kami mendapat salam cinta dari tiket yang berkibar sebesar 2 ribu rupiah per orang. Sayang kami belum menggunakan uang baru untuk membayar. Tiket pun berpindah tangan dan kami melaju menyusuri jalan dengan aspal mulus, yup aspalnya sekarang mulus tidak seperti tadi yang bopeng. Dzziiiiingggggg……

2 comments

  1. Ups ya ampun kapan ya saya ke bali, sekalinya ada kesempatan waktu itu malah jogja lebih memanggil. Bali my next destination ah. Oiya, btw si admin blog ini moderator local guides bali kan? Salam kenal saja ya mas.

What do you think?

Name required

Website