facebook icon gplus icon instagram icon

Air Terjun Aling-aling Kemegahan Alam Bali tak Terbantahkan

Air Terjun Aling-aling merupakan kemegahan alam Bali yang tidak terbantahkan sama sekali, baik oleh sahabat Cerita Kaki Gatal Indonesia maupun Sahabat Cerita Kaki Gatal diluar Indonesia.

Cerita Kaki Gatal di kemegahan Air Terjun Aling-aling

Cerita Kaki Gatal di kemegahan Air Terjun Aling-aling

Air Terjun Aling-aling terletak di bumi pendidikan yaitu Kabupaten Buleleng. Di Desa Sambangan Kabupaten Buleleng berjarak sekitar 15 menit saja dari pusat kota sehingga mudah diakses oleh pecinta jalan-jalan. Apabila bertolak dari Denpasar, jarak tempuh akan membengkak sekitar 2,5 jam. Asal jangan berat badannya “eneng” aja yang membengkak

Memasuki Desa Sambangan, kita akan disambut dengan loket tiket di sebuah pertigaan, disana tertera dengan jelas peraturan yang harus diindahkan oleh pengunjung. Apabila ingin mandi dan trekking ke beberapa air terjun yang terdapat dalam lingkungan Desa Sambangan, seorang guide adalah sesuatu yang diharuskan dari pengelola.

Loket tiket di Desa Sambangan

Loket tiket di Desa Sambangan

Peraturan yang harus diindahkan oleh pengunjung

Peraturan yang harus diindahkan oleh pengunjung

Sahabat Cerita Kaki Gatal dari mancanegara cukup banyak terlihat ketika Cerita Kaki Gatal sampai di loket tiket. Tidak perlu menunggu waktu lama, tiketpun sudah ditangan, sekarang siap menuju ke tempat parkir yang sudah disediakan oleh pengelola. Anak-anak kecil pun berlarian keluar ketika kami siap menuju ke parkiran ( Super GeeR… padahal itu anak-anak kecil pada pulang sekolah dengan pakaian adat, hahahaha ).

Anak-anak Desa Sambangan pulang dari sekolah

Anak-anak Desa Sambangan pulang dari sekolah

Tempat parker motor sebelum menuju air terjun

Tempat parker motor sebelum menuju air terjun

Jalan semen menuju air terjun

Jalan semen menuju air terjun

Tanaman hijau sepanjang jalan

Tanaman hijau sepanjang jalan

Tanaman sepanjang jalan yang berwarna-warni

Tanaman sepanjang jalan yang berwarna-warni

Melangkah diantara tanaman yang berwarna-warni

Melangkah diantara tanaman yang berwarna-warni

Parkiran sendiri sudah cukup ramai denga kendaraan bermotor dari para pengunjung. Dengan menyabet tas berisi perlengkapan “ngelenong” di air terjun, kaki Cerita Kaki Gatal melangkah ringan menyusuri jalan kecil yang sudah disemen dengan dibatasi tanaman yang berwarna cerah, secerah hatinya Cerita Kaki Gatal menyambut waktu bercengkrama dengan alam.

Jalanan menurun kemudian mendaki lagi, sesuai dengan kontur kehidupan kita yang ada naik dan ada yang turun. Kali kecil berarus deras pun tidak lupa kami lewati, tentunya kita lewati diatasnya. Dikejauhan tampak bangunan sebangsa villa mulai dibangunan dilereng perbukitan. Ekses pariwisata yang makin menghujam ke pelosok Bali menyebabkan pembangunan akomodasi demi memenuhi para wisatawan. Berkebalikan dengan Air Terjun Banyumala yang dilingkupi kebun kopi dan belum terkena imbas efek pariwisata.

Pembangunan villa dilereng bukit

Pembangunan villa dilereng bukit

Stttoooppppp….. Bagi yang phobia masuk terowongan, harap menguatkan hatinya. Kali ini kita akan melewati semacam terowongan yang terbuat dari tumbuhan yang melingkupi undakan turun yang kita lewati menuju air terjun. Sejuk dan damai kami rasakan ketika melewatinya.

Lorong tumbuhan hijau menuju air terjun

Lorong tumbuhan hijau menuju air terjun

Cerita Kaki Gatal menikmati kesejukan didalam terowongan tumbuhan

Cerita Kaki Gatal menikmati kesejukan didalam terowongan tumbuhan

Berjalan menuruni terowongan tumbuhan

Berjalan menuruni terowongan tumbuhan

Akar dan cabang tanaman tergantung

Akar dan cabang tanaman tergantung

Tumbuhan Pakis pun tidak lupa memeriahkan hijau di sepanjang jalan

Tumbuhan Pakis pun tidak lupa memeriahkan hijau di sepanjang jalan

Didasar undakan kita akan menemui sebuah tempat persembahyangan kecil dengan semacam bangunan kecil yang tidak bosan-bosannya terpampang spanduk untuk berhati-hati dan menjaga tingkah laku kita.

Pura kecil di jalan menuju air terjun

Pura kecil di jalan menuju air terjun

Spanduk himbauan agar pengunjung berhati-hati

Spanduk himbauan agar pengunjung berhati-hati

Kembali kita menurun, akan terlihat puncak dari air terjun yang kita tuju, berhati-hatilah ketika ber-photo disini, karena demi hasil yang bagus, kita harus agak melewati pagar besi.

Undakan menurun dengan pegangan dari besi

Undakan menurun dengan pegangan dari besi

Air terjun terlihat dari jalan menurun

Air terjun terlihat dari jalan menurun

Cerita Kaki Gatal dengan air terjun di kejauhan

Cerita Kaki Gatal dengan air terjun di kejauhan

Cerita Kaki Gatal suka sekali mamandangi dinding tanah yang sudah ditutupi tanaman rambat sehingga membuat mata kita termanjakan dengan warna hijau. Melipir kembali ke jalur menuju air terjun, akar pohon tampak berusaha menunjukkan keperkasaannya dengan menyembul diatas permukaan tanah dengan bentuknya yang eksotis. Berharap punya akar-akar seperti itu sebenarnya di jalaman rumah, tapi khawatir nanti tembok bangunan retak terkena terjangan pelan tapi pasti dari akar tanaman yang perkasa.

Tanah yang tertutupi tumbuhan merambat

Tanah yang tertutupi tumbuhan merambat

Geliat akar tanaman disepanjang jalan

Geliat akar tanaman disepanjang jalan

Akar tanaman secara artistik menjalar dipermukaan ibu pertiwi

Akar tanaman secara artistik menjalar dipermukaan ibu pertiwi

Sepanjang jalan, pepohonan besar dan hijau menutupi Cerita Kaki Gatal dari sengatan panas sinar mentari. Tapi Cerita Kaki Gatal sedih ketika vandalism pun tidak luput dari batang pohon-pohon tersebut. Alangkah lebih menyenangkan jikalau kita melihat pepohonan tanpa coretan dan vandalism. Jangan merusak alam ya sahabat Cerita Kaki Gatal.

Cerita Kaki Gatal berjalan dibawah pohon besar

Cerita Kaki Gatal berjalan dibawah pohon besar

Pohon besar yang terkena vandalisme

Pohon besar yang terkena vandalisme

Nah ketika sampai didasar jalan, kita akan menemui aliran air sungai dari Air Terjun Aling-Aling. Kalau kekiri menuju ke hilir, kita akan menemui Air Terjun Kroya, sedangkan kita melangkah kenanan menuju hulu sungai untuk berjumpa dengan Air Terjun Aling-aling. Gemericik air yang jatuh dari tebing dikanan jalan menemani langkah kaki Cerita Kaki Gatal ketika bergerak menuju ke hulu.

Gemericik air yang keluar dari tebing

Gemericik air yang keluar dari tebing

Gemericik air diantara akar gantung tanaman

Gemericik air diantara akar gantung tanaman

Aliran air sungai dari air terjun

Aliran air sungai dari air terjun

Andaikan lelah, ada tempat di pinggir sungai yang alirannya tenang, bisa kita gunakan untuk melepas lelah serta meneguk air untuk membasahi tenggorokan kita. Didekat tempat beristirahat juga terdapat batu-batu besar yang cukup menggoda kita berjungkir balik diatasnya sampai puas. Dari sini Air Terjun Aling-aling masih belum terlihat, tapi deburannya sudah terdengar samar.

Cerita Kaki Gatal berada di tepian sungai

Cerita Kaki Gatal berada di tepian sungai

Duduk melepas lelah sambil mendengarkan aliran air sungai

Duduk melepas lelah sambil mendengarkan aliran air sungai

Berdiri diatas bebatuan merasakan vibrasi aliran alam

Berdiri diatas bebatuan merasakan vibrasi aliran alam

Melepas lelah menuruni tangga di kursi malas alami

Melepas lelah menuruni tangga di kursi malas alami

Undakan menanjak kembali menyambut Cerita Kaki Gatal dengan ditutupi rerimbunan pohon, ditingkahi Air Terjun Aling-aling yang menyembul malu diantara dedaunan. Deburan menggelegar dan semburan uap air menyambut Cerita Kaki Gatal ketika melihat kemegahan dari Air Terjun Aling-aling. Terletak di ngarai hijau nan curam, dengan puncak yang terbelah dua, aliran air dari Air Terjun Aling-aling terjun dari ketinggian sekitar 35 meter kemudian menghujam ibu pertiwi dan menyemburkan uap air yang cepat sekali membuat wajah, pakaian beserta kamera yang Cerita Kaki Gatal menjadi basah. Debit air cukup tinggi ketika kami disana.

Undakan menuju air terjun

Undakan menuju air terjun

Cerita Kaki Gatal menapaki undakan menuju air terjun

Cerita Kaki Gatal menapaki undakan menuju air terjun

Air terjun terlihat disela-sela pepohonan

Air terjun terlihat disela-sela pepohonan

Dedaunan yang basah terkena uap air yang disemburkan oleh air terjun

Dedaunan yang basah terkena uap air yang disemburkan oleh air terjun

Dengan perlahan Cerita Kaki Gatal menuruni tangga menuju kebawah demi melihat air terjun secara lebih dekat, dengan resiko menjadi basah. Dasar air terjun pun tidak benar-benar bisa kami jangkau karena deburan air terjun yang cukup kencang serta tidak ada jalan yang bisa kami lalui. Berhati-hatilan sahabat, tangga agak licin karena semburan uap air. Berphoto ria kami lakukan dengan gerak cepat untuk mengurangi efek basah. Pose….1,2,3 cekrek… pose lagi… 1,2,3 cekrek… Mungkin tidak sampai 15 menit. Kamera pun sudah seperti terguyur hujan, basah….basah….basahhhh……

Kemegahan dari Air Terjun Aling-aling

Kemegahan dari Air Terjun Aling-aling

Tangga turun ke dasar air terjun yang basah dan licin

Tangga turun ke dasar air terjun yang basah dan licin

Cerita Kaki Gatal menuruni tangga menuju ke dasar air terjun

Cerita Kaki Gatal menuruni tangga menuju ke dasar air terjun

Turun dengan hati hati karena licin

Turun dengan hati hati karena licin

Cerita Kaki Gatal di kemegahan Air Terjun Aling-aling

Cerita Kaki Gatal di kemegahan Air Terjun Aling-aling

Air Terjun Aling-aling Desa Sambangan Singaraja Bali

Air Terjun Aling-aling Desa Sambangan Singaraja Bali

Berjalan sambil mengeringkan wajah dengan handuk, kami bergerak menjauh dari jangkauan uap air yang membasahi. Seperti melakukan sauna tanpa rasa panas. Hahahahha…. Kamerapun dilap ditepian sungai tempat kami beristirahat sebelumnya, menggunakan batang pohon untuk duduk. Mata menerawang ke hilir sungai, membayangkan kemegahan dari Air Terjun Aling-aling. Tentunya dengan sedikit mimpi basah #ups tidak pakai mimpi ya, hanya sedikit basah

Aliran air sungai menuju hilir dari air terjun

Aliran air sungai menuju hilir dari air terjun

What do you think?

Name required

Website